Translate

India oh india

Udah lama banget gak posting di blog yang gak karuan ini ... hehehe.. sukur-sukur ada yang mbaca kalo gak ada yang di paksain baca.. Yah minimal saya sendiri yang baca inget kata guru dulu membaca pangkal kaya.
kemaren malam kebetulan banget saya lagi buka-buka foder lama di flasdish eh kok ada sesuatu yang mengganjal kalo gak dibuka .. folder itu di nama folder penting dan karna penasaran saya buka kebetulan juga berisi beberapa vidio dan gak tau kenapa saya kok langsung gak percaya isinya vidio india semua.
emang sih pada jamnya pad era 90 an film atau pun lagu india ibarat sesuatu yang sakral bagi muda dan mudi semua terutama yang lagi pada gandrung asmara serasa kita yang nonton adalah si pemeran utama itu senidiri.
Masih pada inget gak cerita kuch kuch hota hai kalo gak inget kita ulas sebentar jadi begini ceritanya
film ini bercerita tentang cinta segitiga mahasiswa di India, antara Rahul Khana (Shahrukh Khan), Anjali Sharma (Kajol) dan Tina Malhotra (Rani Mukherjee). Rahul dan Anjali adalah sahabat dekat, sifat Anjali yang tomboy membuat Rahul nyaman berteman dengannya. Sampai suatu hari datanglah mahasiswi cantik pindahan dari Oxford University bernama Tina Malhotra, anak dari Rektor di kampus tersebut.
Penampilan Tina kebalikan dari Anjali, dia sangat feminin dan cantik. Ini yang membuat Rahul tertarik padanya. Namun sebelum itu, ternyata Anjali ternyata menyimpan rasa pada Rahul. Terlebih setelah Rahul mengucap kalimat, "Kalau tidak bisa jadi sahabat maka tidak bisa jadi cinta. Dia harus jadi sahabatku dulu jika ingin jadi pacarku." Saat itu Anjali menyadari perasaannya, namun sebelum ia ungkapkan pada Rahul, ternyata Rahul terlebih dulu menyatakan cintanya pada Tina. Anjali pun patah hati dan memutuskan pergi.

Setelah menikah dengan Tina, Rahul dikaruniai seorang putri cantik yang diberi nama Anjali Khana, untuk mengingat sosok Anjali sahabatnya. Tak lama berselang setelah melahirkan, Tina pun meninggal dunia. Sebelumnya ia telah menulis surat pada Anjali di setiap ulang tahun putrinya itu. Surat itu baru diberikan pada Anjali ketika ia berusia 8 tahun.
Dalam suratnya Tina minta tolong pada putrinya untuk menyatukan ayahnya dan Anjali Sharma. Anjali kecil kemudian mencari tahu, dan akhirnya mendapat info bahwa Anjali Sharma sedang ada di Summer Camp Shimla untuk mengajar anak-anak di sana. Tak mendapat izin sang ayah, Anjali kecil pun langsung berangkat ke Shimla dengan neneknya.
Di Shimla ia bertemu sahabat ayah dan ibunya itu, lambat laun Anjali Sharma tersadar bahwa Anjali kecil adalah anak dari Rahul dan Tina. Anjali Sharma pun sedih dengan kenyataan bahwa Tina sudah meninggal. Untuk mempertemukan mereka dengan ayahnya, Anjali kecil pun pura-pura sakit. Ketika ayahnya datang, betapa kaget Rahul bertemu dengan Anjali setelah bertahun-tahun berpisah. Kikuk, namun kemudian keduanya hanyut dalam perasaan cinta.
Sayangnya, Anjali Sharma sudah punya tunangan dan akan segera menikah bulan depan. Tunangannya ini diperankan oleh Salman Khan, yang juga datang ke Shimla. Rahul dan Anjalit y tampak sedih dengan kenyataan ini, terbukti saat pesta pernikahan Anjali keduanya sama-sama menangis. Namun sang tunangan tahu dan merelakan mereka berdua menikah saat itu juga.
Nah begitulah ceritanya.. dulu waktu masih muda eh masih sekolah sampe di bela-belain begadang nonton yang film beginian dan kita serasa masuk di dalamya... Dan gak terasa buat tulisan cerita india aja udah panjan.
buat yang nyempatin membaca blog ini saya ucapin terima kasih semoga amal ibadahnya di terima.. hehehe...  


Merapi Ninggal Janji




Merapi yang terletak di daerah istimewa Jogjakarta memang memiliki pesona alam tersendiri bagaikan surga di ketinggian bahkan merapi atau gunung merapi yang masih aktif pun memikat para pecinta alam atau pun penikmat alam kenapa saya membedakan pecinta dan penikmat alam karna ada alasan tertentu pernah suatu waktu kami berlima menapaki tingginya gunung merapi dan menjumpai sudut tertentu yang terdapat sampah berserakan di sana. Kalo bukan ulah penikmat alam lalu ulah siapa lagi,sedangkan pecinta alam bagaimanapun bentuknya pasti dia akan menjaga dan menpertahankan alam sebagaimana mestinya,
Keindahan puncak merapi memang sudah menjadi incaran para pecinta alam bahkan saya sendiri menyukai indahnya alam ini dari sudut ketinggian,waktu itu kami berlima mendaki merapi di mulai dari bawah sekitar pukul setengah delapan malam kami sengaja jalan pelan-pelan agar nuansa malam bisa kita nikmati dan tidak terlalu memaksakan kekuatan fisik kami.
Dari bawah sampi pos 1 kira-kira sekitar 2 jam karna kami berjalan perlahan, sementara beristirahat sejenak kami melakukan gurauan yang terlalu garing  karna masih mengingat medan atau tujuan kami masih jauh sampai puncak.
Sesampai di pos watubelah kami istirahat sejenak untuk menghilangkan suasana letih, memang sebagian rombongan di luar kami ada yang langsung menuju pos selanjutnya mungkin pengen cepet-cepet nyampe atas. sementara kami melanjutkan perjalanan menuju pos-pos selanjutnya sampai pasar bubrah kami pun mendirikan tenda  dan beristirahat menunggu terbitnya matahari pagi yang di nanti..sebagai pendaki yang taat sama peraturan memang kami cuma sampai pasar bubrah karna untuk ke puncak di larang pada waktu itu.
Suasana puncak memang membuat semua orang menginginkan untuk kembali lagi begitu juga dengan saya, apalagi ngetrip istilah anak gaul jaman sekarang itu jamanya maen kegunung. kalo saya sendiri emang demen yang berbau petualang makanya merapi itu seolah-olah meninggalkan janji untuk di kunjungi kembali..












Teman